Saat ini ada, 1 tamu 0 member yang sedang online.
Anda bukan member. Silakan daftar di sini, gratis!
|
|  |
Welcome to pasarpon !
Ketika pasar tradisional kehilangan gaungnya dan mulai terpinggirkan oleh pusat perbelanjaan modern.
Ketika produk lokal tidak lagi berjaya di negri sendiri.
Dan ketika semangat kemandirian luntur dan berubah menjadi konsumerisme.
Maka satukan lagi dalam sebuah visi untuk mengemban misi.
Membawa semangat mandiri dari pelosok negri agar dikenal ke seluruh penjuru bumi.
Bagai sebuah pasar yang 'temawon', berdengung seperti lebah, yang gemanya terdengar dimana-mana.
Demikian semangat lokal akan bergema di pasar global.
Demikianlah semangat pasarpon.
|
|
|
berita: Promosi angkat omzet UKM hanya 3 tahun
|
|
JAKARTA (Bisnis): Program promosi pemerintah dinilai mampu
meningkatkan omzet usaha mikro kecil dan menengah hingga 28,04% per
tahun, namun hanya efektif sampai tahun ketiga.
Deputi Pengkajian Sumberdaya Koperasi dan UKM Wayan Suarja
mengatakan program promosi meningkatkan omzet rata-rata Rp119,8 juta
menjadi Rp158,2 juta per tahun.
"Tapi pada tahun keempat turun lagi," ujar Wayan.
Menurut dia, ada delapan variabel yang memengaruhi peningkatan
omzet, yakni kondisi internal UKM, jenis produk yang dipromosikan,
jumlah pesaing dan barang substitusi, bentuk promosi, penyelenggara
promosi, biaya, tempat serta waktu promosi.
Dari empat bentuk promosi yang secara umum pernah diikuti UKM, kata dia, pameran merupakan yang paling dominan.
Wayan mengatakan ada kecenderungan UKM menilai keberhasilan pameran
hanya dari penjualan langsung, padahal penilaian ini kurang tepat
karena idealnya dapat dilihat dari pengembangan permintaan yang
berdampak pada peningkatan omzet.
Dia menjelaskan beberapa masalah yang sering timbul dan mengurangi
efektifitas promosi adalah perencanaan yang parsial, kesesuaian lokasi
dengan produk, serta waktu penyelenggaraan.(er)
Sumber: Bisnis Indonesia
|
|
berita: Pemerintah akan bentuk 150 koperasi wanita
|
|
JAKARTA (Bisnis): Pemerintah pada tahun ini akan membentuk 150
koperasi wanita sebagai bagian kelanjutan program penumbuhan koperasi
dari kelompok masyarakat produktif.
Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Marsudi
Rahardjo mengatakan 150 kopwan baru tersebut akan melengkapi jumlah
koperasi yang disiapkan sebagai calon penerima program Perkassa
(Perempuan Keluarga Sehat Sejahtera).
“Penumbuhan koperasi dari kelompok masyarakat produktif dilakukan
sejak 2006. Sampai akhir tahun lalu sudah terbentuk 1.146 koperasi
baru,” ujar Marsudi, hari ini.
Kelompok masyarakat produktif yang dimaksud a.l. Kube (kelompok
usaha bersama), PEMP (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir), dan
P2KP (Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan).
Selanjutnya, PPK (Program Pengembangan Kecamatan), P4K (Pembinaan
Peningkatan Pendapatan Petani Nelayan Kecil), UPPKS (Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga Berencana), dan organisasi masyarakat.
Sepanjang dua tahun terakhir, penumbuhan koperasi dari kelompok
masyarakat produktif ini mencapai 1.146 koperasi, yang 228 di antaranya
merupakan koperasi milik kaum wanita.(er)
Sumber: Bisnis Indonesia
|
|
berita: Syarat penerima program Perkasa dipermudah
|
|
JAKARTA: Pemerintah tidak menerapkan ketentuan berbadan hukum
koperasi minimal dua tahun bagi calon penerima dana program Perkassa,
jika sudah menjalankan usaha dengan baik.
"Dilihat kondisi usahanya, bisa saja [dapat bantuan] kalau usahanya
sudah berjalan baik tapi badan hukumnya baru," ujar Agus kepada Bisnis
hari ini.
Hal yang penting, kata dia, adalah usaha kelompok masyarakat sudah
berjalan, penguatan modal akan diberikan manakala sudah berbadan hukum
koperasi primer.
Agus mengatakan hal itu menanggapi rencana Deputi Kelembagaan untuk
menumbuhkan 150 koperasi wanita dari kelompok masyarakat produktif
sebagai calon penerima dana Perkassa (Program Perempuan Sehat dan
Sejahtera).
Perkassa disalurkan melalui dua pola, yakni konvensional dan pola
syariah dengan besaran dana penguatan modal masing-masing koperasi
Rp100 juta. (ln)
Sumber: Bisnis Indonesia
|
|
berita: Pinjaman Modal untuk Koperasi
|
|
SURABAYA: Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada tahun ini
menyiapkan dana pinjaman modal bagi koperasi milik kaum wanita senilai
Rp100 miliar, atau naik 400% dari tahun lalu.
Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengatakan dana program
Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa) pada tahun lalu
senilai Rp25 miliar yang disalurkan kepada 250 koperasi milik kaum
wanita.
"Tahun ini program Perkassa dinaikkan 400% menjadi 1.000 koperasi
wanita dengan penyediaan dana Rp100 miliar. Ini cukup ambisius, tapi
untuk kebaikan dan sudah saya sampaikan ke Presiden," ujarnya,
baru-baru ini.
Hal itu diungkapkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Tahun Buku
2007 Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati), yang
beranggotakan 46 kopwan dan omzet Rp1,8 miliar per bulan.
Koperasi wanita, kata Menteri, tergolong lembaga koperasi yang tidak
memiliki masalah, karena dana pinjaman yang disalurkan terhadap anggota
umumnya tidak mengalami kemacetan.
Menurut dia, kesuksesan perempuan dalam mengelola koperasi dan usaha
mikro kecil perlu dikembangkan sebagai kekuatan baru guna meningkatkan
pendapatan keluarga.
Suryadharma mengakui tidak mudah menjangkau 1.000 kopwan sehingga
menilai perlu menunjuk wanita mantan model, yakni Okky Asokawati dan
Ratih Sanggarwati, sebagai duta koperasi guna memotivasi terbentuknya
kopwan.
Kepala Dinas Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah Jawa Timur Braman
Setyo menyebutkan program Perkassa di provinsi tersebut tahun lalu
menjangkau 46 kopwan, dengan rincian 19 kopwan berpola syariah dan 27
kopwan konvensional.
"Kami tahun ini mengajukan usulan penguatan modal terhadap 100 kopwan
di Jatim," ujarnya tanpa merinci berapa dana program Perkassa yang
tersalur di Jatim tahun lalu.
Berdasarkan data di Diskop dan PKM Jatim, saat sekarang terdapat 297 kopwan dari total koperasi yang mencapai 13.000 unit.
Dengan demikian, sebagian besar dari kopwan di Jatim belum tergabung dalam wadah Puskowanjati.
Sumber : Bisnis Indonesia
|
|  |
|
Belum ada berita besar hari ini.
|
|